Pemetaan Kerawanan serta Penentuan Prioritas Penanganan Penyakit Tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021
DOI:
https://doi.org/10.63953/vjkm.v1i1.4Keywords:
Tuberculosis, Vulnerability, GISAbstract
Tuberculosis (TBC) is one of several communicable diseases which is still being public health problem in the world and in Indonesia. In 2021, West Java Province is still the province with the highest number of tuberculosis cases in Indonesia. The high cases of tuberculosis cannot be separated from various risk factors that are still frequently encountered in the community. This study aims to describe the distribution of tuberculosis cases in West Java and determine priority areas for tuberculosis treatment based on spatial/regional risk factors. This research was conducted in West Java Province in 2022, carried out descriptively using the Geographic Information System (GIS) application with a scoring technique. The research data is in the form of secondary data that comes from several open data access units of analysis based on regency/city administration. The results showed that out of 27 regencies/cities, there were 5 regencies/cities with very high levels of vulnerability with the first treatment priority being Bandung City, onwards Purwakarta Regency, Cianjur Regency, Bandung Regency, West Bandung Regency. The government is expected to be able to improve efforts to prevent and handle tuberculosis cases by prioritizing districts/cities with very high levels of vulnerability.
References
World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2022. Geneva: World Health Organization; 2022.
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. 2021. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Maja TF, Maposa D. An investigation of risk factors associated with Tuberculosis transmission in South Africa using logistic regression model. Infect Dis Rep. 2022;14(4):609–20.
Pratiwi RD, Pramono D, Junaedi. Socio-economic and environmental risk factors of Tuberculosis in Wonosobo, Central Java, Indonesia. J Kesehat Masy. 2020;16(1):61–70.
Sayidah D, Rahardjo SS, Murti B. Individual and environmental risk factor of Tuberculosis: A new evidence from Ponorogo, East Java. J Epidemiol Public Heal. 2018;3(3):353–60.
Tria Meriyanti NKA, Sudiadnyana IW. Hubungan sanitasi rumah dengan kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. J Kesehat Lingkung. 2018;8(1):9–12.
Rohman H. Pola spasial persebaran kasus Tuberkulosis Paru terhadap kepadatan penduduk. Pros Semin Nas Rekam Medis Inf Kesehat SNARS. 2020;8–16.
Rohman H. Pola spasial dan aksesibilitas penggunaan pelayanan kesehatan: Pengobatan ulang Tuberkulosis. Kes Mas J Fak Kesehat Masy. 2019;13(2):49–55.
Kementerian Kesehatan RI. Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat. Geografi Dan Topografi Jawa Barat. 2022.
Supriatna. Sistem Infomasi Geografis Analisis dan Aplikasi. 2018. Jakarta: Departemen Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia; 2018.
Hartanto TD, Saraswati LD, Adi MS, Udiyono A. Analisis Spasial Persebaran Kasus Tuberkulosis Paru di Kota Semarang Tahun 2018. J Kesehat Masy. 2019;7(4):2356–3346.
Sasmita, Junaid, Ainurafiq. Pola spasial kejadian TB paru BTA positif di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu tahun 2013-2015. J Ilm Mhs Kesehat Masy. 2017;2(6):1–10.
Makful MR. Geografi Kesehatan Masyarakat Teori dan Kasus. 1st ed. Malang; 2022. 117 p.
Dhamayanti G, Yanti AR, Nurdani H, Suningsih R. Analisis spasial penyakit tuberkulosis paru di Kalimantan Tengah tahun 2017. Bikfokes [Internet]. 2020;1(1):1–10. Available from: https://journal.fkm.ui.ac.id/bikfokes/article/view/4092/1064
Rukmini, Chatarina U. Kejadian TB Paru Dewasa di Indonesia (Analisis Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010). Bul Penelit Sist Kesehat. 2011;14(4):320–31.
Rokhmah D. Artikel Penelitian Gender dan Penyakit Tuberkulosis : Implikasinya Terhadap Akses Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin yang Rendah Gender and Tuberculosis : the Implication to Low Health Care Access for the. J Kesehat Masy Nas. 2013;7(10):447–52.
Butarbutar MH. Hubungan Perilaku Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Pasien Tb Paru. J Borneo Holist Heal. 2018;1(1):51–61.
Simbolon DR, Mutiara E, Lubis R. Analisis spasial dan faktor risiko tuberkulosis paru di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara tahun 2018. Ber Kedokt Masy. 2019;35(2):65–71.
Scholze AR, Delpino FM, Alves LS, Alves JD, Berra TZ, Ramos ACV, et al. Identifying hotspots of people diagnosed of tuberculosis with addiction to alcohol, tobacco, and other drugs through a Geospatial Intelligence Application in communities from Southern Brazil. Trop Med Infect Dis. 2022;7(82):1–12.
Kakuhes H, Sekeon SAS, Ratag BT. Hubungan Antara Merokok Dan Kepadatan Hunian Dengan Hubungan antara merokok dan kepadatan hunian dengan status tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. J Kesmas. 2020;9(1):96–105.
Saputra FF, Wahjuni CU, Isfandiari MA. Spatial modeling of environmental-based risk factors of tuberculosis in Bali Province: an ecological study. J Berk Epidemiol. 2020;8(1):26–34.
Yang DL, Li W, Pan MH, Su HX, Li YN, Tang MY, et al. Spatial analysis and influencing factors of pulmonary tuberculosis among students in Nanning, during 2012–2018. PLoS One [Internet]. 2022;17(5):1–14. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0268472
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Prihatini Dini Novitasari, Yuanita Rizky Inggarputri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0.
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan tujuan komersial.
- Adaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan bahan untuk tujuan apa pun, bahkan tujuan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- ShareAlike — Jika Anda me-remix, mengubah, atau membuat sesuatu berdasarkan materi asli, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.














