Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sicanang Medan Belawan
DOI:
https://doi.org/10.63953/vjkm.v4i1.77Keywords:
Stunting, Exclusive Breastfeeding, Low Birth Weight, Family Income, Maternal KnowledgeAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena prevalensinya belum mencapai target nasional. Di Kota Medan, prevalensi stunting masih cukup tinggi yaitu sebesar 19,9%, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sicanang Kecamatan Medan Belawan yang merupakan daerah dengan jumlah kasus stunting cukup tinggi di Kota Medan dengan angka kejadian 65 kasus balita stunting pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sicanang Medan Belawan. Desain yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi mencakup 2.228 ibu yang memiliki balita pada periode Januari–Mei 2024, dengan 39 responden ditentukan sebagai sampel menggunakan formula Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat melalui uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat pemberian ASI eksklusif (p<0,001), berat badan lahir (p<0,001), pendapatan keluarga (p<0,001), dan pengetahuan ibu (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Disimpulkan bahwa seluruh variabel berperan dalam kejadian stunting. Puskesmas Sicanang Medan Belawan direkomendasikan untuk mengintensifkan program penyuluhan kepada ibu balita, mencakup edukasi ASI eksklusif, pemantauan berat badan lahir, pengelolaan gizi keluarga, serta peningkatan pengetahuan gizi sejak masa kehamilan hingga periode balita guna menekan angka stunting di wilayah tersebut.
References
World Health Organization. Child growth standards: Length/Height-for-Age. Geneva: World Health Organization; 2023. Available from: https://www.who.int/tools/child-growth-standards
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
Fitria HP. Faktor risiko stunting pada baduta. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal. 2022;12(3):489-496.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Badan Pusat Statistik. Prediksi angka stunting tahun 2020 [Internet]. Jakarta: Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia; 2021 [dikutip 5 Des 2023]. Tersedia pada: https://stunting.go.id/?sdm_process_download=1&download_id=8322
Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. Angka prevalensi stunting tahun 2020 diprediksi turun [Internet]. Jakarta: Tim Percepatan Penurunan Stunting; 2021 [dikutip 5 Des 2023]. Tersedia pada: https://stunting.go.id/angka-prevalensi-stunting-tahun-2020-diprediksi-turun/
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2020 Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Medan: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara; 2021.
Nirmalasari NO. Stunting Pada Anak: Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam Journal for Gender Mainstreming. 2020;14(1):19–28.
Chyntaka M, Putri NY. Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-60 Bulan. JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan). 2020;7(1):8–13.
Zulmi D, Fitriyani R, Bahriah U. Hubungan riwayat BBLR dengan kejadian stunting di TK Insan Karima Tahun 2022. Jurnal Obstretika Scienta. 2023;11(1). doi:10.55171/obs.v11i1.1125.
Agustin L, Rahmawati D. Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting. Indonesia Journal of Midwifery. 2021;4(1):30-36.
Madyasari PN, Sulistyorini L, Rahmawati I. Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dengan deteksi stunting pada balita di Kecamatan Sawahan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak. 2022;5(2):53–59. doi:10.32584/jika.v5i2.1700.
Sampe SA, Toban RC, Madi MA. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. 2020;11(1):448–455. doi:10.35816/jiskh.v11i1.314.
Revinel, Fatimah, Jamil SN, Khoiriyah NN. Analisis pemberian ASI eksklusif, batita bebas stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2023;12(2):173-178. doi:10.52657/jik.v12i2.2076.
Ramdhani EP. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Provinsi Jawa Timur Tahun 2020–2022. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2024;6(1). doi:10.31004/jkt.v6i1.41021.
Alba AD, Suntara DA, Siska D. Hubungan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam Tahun 2019. Jurnal Inovasi Penelitian. 2021;1(12):2769-2774. doi:10.47492/jip.v1i12.540
Louis SL, Mirania AN, Yuniarti E. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita. Maternal and Neonatal Health Journal. 2022;3(1):7–11.
Illahi RK. Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir, dan Panjang Lahir Dengan Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan di Bangkalan. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo. 2018;3(1):1-9.
Islami NW, Khouroh U. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi balita stunting dan tantangan pencegahannya pada masa pandemi. Jurnal Karta Raharja. 2021;3(2):6–19.
Palupi FH, Renowening Y, Mahmudah H. Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan dengan kejadian stunting pada balita umur 24–36 bulan. Jurnal Kesehatan Mahardika. 2023;10(1):1-6. doi:10.54867/jkm.v10i1.145.
Yoga IT. Gambaran pengetahuan ibu tentang stunting pada balita di Posyandu Desa Segarajaya Kabupaten Bekasi [skripsi di Internet]. Jakarta: Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta; 2020 [dikutip 5 Des 2023]. Tersedia pada: https://repository.upnvj.ac.id/6311
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mey Elisa Safitri, Esty Sopyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0.
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan tujuan komersial.
- Adaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan bahan untuk tujuan apa pun, bahkan tujuan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- ShareAlike — Jika Anda me-remix, mengubah, atau membuat sesuatu berdasarkan materi asli, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.














