Donor Darah Ulang dengan Tingkat Kecemasan Pendonor: Studi di UDD PMI Kabupaten Sleman
DOI:
https://doi.org/10.63953/vjkm.v4i1.78Keywords:
Donor Darah, kecemasan, Pendonor Ulang, PMIAbstract
Pendonor darah, baik pertama kali maupun ulang, dapat mengalami tingkat kecemasan yang bervariasi selama proses donor, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kelancaran kegiatan donor darah. Faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman donor sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendonor ulang dengan tingkat kecemasan pendonor di UDD PMI Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 pendonor ulang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, menggunakan instrumen kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan 35% responden tidak mengalami kecemasan, sedangkan 65% lainnya mengalami kecemasan dengan tingkatan berbeda, yaitu kecemasan ringan (30%), sedang (23%), berat (9%), dan sangat berat (3%). Pada kelompok pendonor sedang (2–3 kali donor), sebanyak 32,1% responden tidak mengalami kecemasan, 14,3% mengalami kecemasan ringan, 35,7% mengalami kecemasan sedang, 17,9% mengalami kecemasan berat dan tanpa ada responden yang mengalami kecemasan sangat berat. Sementara itu, pada kelompok pendonor sering (≥4 kali donor), 36,1% responden tidak mengalami kecemasan, 36,1% mengalami kecemasan ringan, 18,1% mengalami kecemasan sedang, 5,6% mengalami kecemasan berat, dan 4,2% mengalami kecemasan sangat berat. Analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendonor ulang dengan tingkat kecemasan (p=0,032; p<0,05). Meskipun pengalaman donor berulang cenderung menurunkan kecemasan, mayoritas pendonor ulang tetap menunjukkan tingkat kecemasan yang bervariasi.
References
Hoogerwerf, M. D., Veldhuizen, I. J. T., Merz, E. M., de Kort, W. L. A. M., Frings-Dresen, M. H. W. Dan Sluiter, J. K. (2017). Psychological and hormonal stress response patterns during a blood donation. Vox Sanguinis. 112(8). 733–743. https://doi.org/10.1111/vox.12556
Van Dongen, A. (2016) .The Influence of Adverse Reactions, Subjective Distress, and Anxiety on Retention of First-Time Blood Donors. Transfusion. 53(2). hlm. 337–343.
Purnamaningsih, N., Suwarno dan Syah, M.E. (2022) .Studi Psikologis Calon Pendonor Darah di Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta. Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat UPNVJ 2022.
Bruce, G. (2014) .Donor Anxiety and Adverse Reactions: Impact on Blood Donation, Transfusion Medicine Reviews. 28(3). hlm. 169-175.
Cahyani, S. & Ihtiaringtyas, S. (2020) . Karakteristik Pendonor Darah yang Gagal Pengambilan Darah Saat Donasi di UTD PMI Sleman. Jurnal Ilmiah Cerebral Medika. 2(2). pp. 1–9.
Regi, R., Tirtana, A., & Rahman, A. (2025). Hubungan antara pendonor ulang dengan kecemasan pendonor di UDD PMI Kabupaten Sleman. Universitas Gunabangsa. https://repository.gunabangsa.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1180
Masser, B. M., White, K. M., Hyde, M. K., Terry, D. J., & Robinson, N. G. (2016). Predicting blood donation intentions and behavior among repeat donors: Testing an extended theory of planned behavior model. Transfusion, 56(1), 121–129. https://doi.org/10.1111/trf.13261
Wierenga, M. E., Schipper, M. J., de Kort, W. L., & Merz, E. M. (2016). Returning blood donors: Factors associated with donor retention. Transfusion, 56(12), 2991–2998. https://doi.org/10.1111/trf.13870
Huis in ’t Veld, E. M. J., Veldhuizen, I. J. T., & de Kort, W. L. A. M. (2023). Fear of donation-related stimuli across different levels of donation experience and types of donation (whole-blood and plasma): A cross-sectional study in Italian donors. Transfusion, 63(9), 1782-1793. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10093847/
Newman, B. H. (2014). Donor reactions and injuries from whole blood donation. Transfusion Medicine Reviews, 28(3), 144-150. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4073240/
Tondonoz, M., & Ulukaya, E. (2022). Frequency of vasovagal reactions in whole blood donation and contributing factors. Transfusion and Apheresis Science, 61(5), 103457. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9686325/
Bani, M., & Giussani, B. (2010). Gender differences in psychological reactions to blood donation. Transfusion Medicine, 20(5), 312-320. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4073240/
Osayande, I., Owusu-Agyemang, P., Arjun, A., & Herzig, E. (2023). The experience and interpersonal skills of the phlebotomist have been shown to affect the reactions in blood donors. Asian Journal of Transfusion Science, 17(2), 145-151. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10669961/
Afolabi, M. O., & Ilesanmi, O. S. (2017). Motivational factors for blood donation, potential barriers, and knowledge about blood donation in first-time and repeat blood donors. Pan African Medical Journal, 28, 72. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5788257/
Appiah, B., et al. (2025). Efficacy of communication interventions for promoting blood donation in low- and middle-income countries: A systematic review. Vox Sanguinis, 120(5), 432-446. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39904378/
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Regi Regi, Arif Tirtana, Aulia Rahman, Gravinda Widyaswara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0.
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan tujuan komersial.
- Adaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan bahan untuk tujuan apa pun, bahkan tujuan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- ShareAlike — Jika Anda me-remix, mengubah, atau membuat sesuatu berdasarkan materi asli, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.














